>Mengapa Saya Memilih Agama Buddha…???

>


Mengapa Saya Memilih Agama Buddha…???


oleh: Megah Detra 



Tepat tangggal 12 April tiga tahun yang lalu…itulah menjadi hari yang menjadi titik KLIMAKS dalam kehidupan saya….

Tepat 3 tahun yang lalu…MAMA telah meninggalkan kami semua
Seandainya MAMA meninggal karena suatu penyakit…mungkin saya dapat menerima kenyataan yang harus terjadi….tetapi MAMA meninggal bukan kerena itu…
Jujur saya katakan hal ini…MAMA meninggal karena DIBUNUH…ya ditikam secara brutal dengan 8 kali tusukan di tubuhnya….

Sampai sekarangpun saya juga tidak tahu apa motifnya, dan yang pasti PEMBUNUH itu dapat hidup dengan bebas sebab dinyatakan GILA oleh pihak yang berwajib….
PROTES dong….jelas saya protes…tetapi itulah hukum yang berlaku di negara kita, orang gila tidak dapat dituntut…sebuah HUKUM yang harus dipatuhi oleh setiap warga negara…
Itulah sekilas kisah dan saya mohon agar jangan diungkit-ungkit lagi….PLEASE….
Sebagai seorang anak satu-satunya…saya pun sempat down waktu itu
Dalam OTAK saya hanya ada pertanyaan : MENGAPA INI HARUS TERJADI..?

Saya pun protes kepada Tuhan : TUHAN…mengapa Kau tidak bersikap adil ??? Orang baik seperti MAMA harus mati dgn cara yg mengenaskan sedangkan orang jahat seperti PEMBUNUH dapat bebas berkeliaran….MANA RASA ADILMU ITU…?????

Ketika pada malam hari banyak pelayat yg datang…ada seseorang yang memberi saya sebuah buku kecil yang berjudul SUTRA BHAKTI SEORANG ANAK.
Awal mulanya saya bersikap cuek, saya pikir apa artinya buku saku ini…
Lama-lama saya penasaran juga….
Akhirnya saya buka dan saya baca…semakin saya baca, semakin membuat saya tertarik…
Akhirnya saya pun menangis…ya menangis seperti anak kecil…

Ternyata selama 30 tahun lebih saya belum pernah sekalipun membahagiaakan ORANG TUA…
Sungguh apa yang saya tulis ini adalah benar adanya…buku itu membuka mata bathin saya yang selama ini tertutup oleh kesenangan dunia, tanpa sekalipun ingat akan betapa besar pengorbanan orang tua kepada seorang anak tunggalnya…

Saya merasa berdosa…oh itu pasti
Saya merasa bersalah…oh itu tentu
Tetapi apa gunanya…nasi sudah menjadi bubur
MAMA tidak mungkin hidup lagi untuk menerima permintaan maaf dari anaknya yang durhaka…
Akhirnya saya mulai mencari kebenaran yang muncul dalam pikiran saya…
Benarkah TUHAN ITU ADIL ????

Semua orang yang saya tanya memberi jawaban yang sama…”Sudahlah yang sabar aja itu semua sudah nasib jadi harus terjadi seperti ini”
Mana keadilanmu itu TUHAN ???

Bila itu memang suratan nasib berarti semua seperti film saja dan TUHAN bertindak sebagai sutradaranya…PEMBUNUH itu telah diatur sedemikian rupa oleh TUHAN sehingga ia melakukan pembunuhan…berarti PEMBUNUH itu telah menjalankan skenario Tuhan dengan sangat baik dan seharusnya ia mendapat hadiah atas itu.Tetapi Tuhan pernah bersabda JANGAN MEMBUNUH…bukankah ini dua sisi yang saling bertentangan : di satu sisi Ia menjalankan skenario Tuhan sedang di sisi yang lain Ia melanggar perintah Tuhan…

Saya terus merenungkan hal itu…
Sampai suatu saat saya bertemu dgn MR. X yang akhirnya memberitahu saya kenapa itu dapat terjadi…
yaitu adanya HUKUM KARMA, panjang lebar MR. X menjelaskan kepada saya tentang Hukum Karma, termasuk bagaimana prosesnya yang mungkin tidak dapat saya tulis sebab terlalu panjang untuk diceritakan ( mungkin saya akan buat catatan tersendiri)

Sejak itulah saya aktif membaca buku-buku yang berhubungan dengan kematian dan hukum karma serta apa korelasinya dalam kehidupan ini.

Setelah saya membaca dan berusaha memahami, ada satu hal lagi yang menjadi beban bagi saya yaitu apakah tidak ada jalan lain bagi saya untuk membalas semua kebaikan MAMA…melalui MR. X jugalah saya mengenal apa itu PELIMPAHAN JASA.

Maka sejak itulah saya bertekad untuk merubah kehidupan saya, karena saya sadar bahwa kehidupan itu tidak pasti tetapi kematian itu pasti dan saya sendiri juga tidak dapat mengetahui sampai kapan kehidupan yang harus saya jalani.

Prinsip EHIPASSIKO cukup membuat saya mengerti…datang, lihat dan buktikan !!!
Jangan percaya apapun sebelum kamu membuktikan kebenarannya termasuk yang ada di kitab suci termasuk sutta Sang Buddha sendiri…jika itu memang tidak terdapat dalam segala aspek kehidupan ini, sebab Dhamma tidak akan pernah lapuk oleh waktu.

Saya memilih agama Buddha sebab tidak menjanjikan kebahagian dalam hidup saya, tetapi menunjukkan jalan pada saya bagaimana mengatasi penderitaan…dan itu semua adalah tergantung dari diri kita sendiri…

Demikianlah akhirnya saya dapat menjelaskan pada semua teman-teman yang bertanya kepada saya mengapa saya harus memilih agama Buddha. Catatan ini saya buat tanpa adanya usaha untuk menjelekkan agama lain dan juga tanpa adanya unsur untuk mempengaruhi semua teman-teman untuk mengikuti saya…ini adalah suara hati saya sendiri.

Mohon maaf apabila ada yang tersinggung maupun tidak suka akan catatan saya ini….sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Dan untuk MR. X…saya ucapkan banyak terima kasih karena telah membimbing saya selama ini….bila pada kehidupan ini saya masih belum dapat membalasnya, biarlah saya diberi kesempatan untuk membalasnya di kehidupan mendatang.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia…

Sadhu..sadhu..sadhu..

_/\_ 

(Diceritakan langsung oleh Sdr. Megah Detra )

Sumber: http://www.facebook.com/notes/megah-detra/apa-kita-telah-melanggar-sila/10150172474985368#!/note.php?note_id=10150167447655368&comments

Tulisan ini dipublikasikan di Pengalaman Hidup. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s