Arsip Kategori: cerpen Buddhis

>Cerpen Buddhis: Friends

>Friends “Tok, tok, tok !” “Tunggu sebentar!” sahut Andre mendengar pintu kamar kostnya diketuk. Dengan malas, Andre pun berdiri, berjalan ke arah pintu, “Oh, kamu, Nia, ada apa siang-siang begini?” “Ada apa?” tanya Nia keheranan, “Oh, kamu menyindirku ya?, karena … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen Buddhis | Tinggalkan komentar

>Cerpen Buddhis: Friends

>Friends “Tok, tok, tok !” “Tunggu sebentar!” sahut Andre mendengar pintu kamar kostnya diketuk. Dengan malas, Andre pun berdiri, berjalan ke arah pintu, “Oh, kamu, Nia, ada apa siang-siang begini?” “Ada apa?” tanya Nia keheranan, “Oh, kamu menyindirku ya?, karena … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen Buddhis | Tinggalkan komentar

>Cerpen Buddhis: Cinta Yang Terpuruk

>   Cinta Yang Terpuruk Oleh : NTD Indahnya matahari terbenam tidak membuatku bahagia. Aku berdiam sendiri di kamar, termenung dan sempat terlintas ucapannya di siang hari. “Aku tidak bermaksud untuk menghianatinya juga menduakannya, Mengapa ia berpikir demikian? Mengapa ia … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen Buddhis | Tinggalkan komentar

>Cerpen Buddhis: Cinta Yang Terpuruk

>   Cinta Yang Terpuruk Oleh : NTD Indahnya matahari terbenam tidak membuatku bahagia. Aku berdiam sendiri di kamar, termenung dan sempat terlintas ucapannya di siang hari. “Aku tidak bermaksud untuk menghianatinya juga menduakannya, Mengapa ia berpikir demikian? Mengapa ia … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen Buddhis | Tinggalkan komentar

>Cerpen Buddhis: Keiko

>  Keiko Oleh Deliana Yin Mama, aku pulang,” dengan sedikit teriak kegirangan, kugeser grendel pintu pagar besi rumahku .“Mama… “ panggilku lagi saat memasuki ruang tamu. “Iya. Ada apa, sayang?” Aahh, akhirnya terdengar juga suara yang paling merdu dan lembut … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen Buddhis | Tinggalkan komentar

>Cerpen Buddhis: Keiko

>  Keiko Oleh Deliana Yin Mama, aku pulang,” dengan sedikit teriak kegirangan, kugeser grendel pintu pagar besi rumahku .“Mama… “ panggilku lagi saat memasuki ruang tamu. “Iya. Ada apa, sayang?” Aahh, akhirnya terdengar juga suara yang paling merdu dan lembut … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen Buddhis | Tinggalkan komentar

>Cerpen Buddhis: Badai Pasti Berlalu

>   Badai Pasti Berlalu Waktu itu Hani bersama kakaknya sedang berada di Stasiun Yogya, menunggu kereta yang akan membawanya pulang ke kota kecil tempat mereka dilahirkan. Di pintu peron dia melihat dua lelaki remaja seusianya sedang berjalan memasuki stasiun. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen Buddhis | Tinggalkan komentar

>Cerpen Buddhis: Badai Pasti Berlalu

>   Badai Pasti Berlalu Waktu itu Hani bersama kakaknya sedang berada di Stasiun Yogya, menunggu kereta yang akan membawanya pulang ke kota kecil tempat mereka dilahirkan. Di pintu peron dia melihat dua lelaki remaja seusianya sedang berjalan memasuki stasiun. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen Buddhis | Tinggalkan komentar

>Cerpen Buddhis: Aku Tersesat!

> Aku Tersesat!Oleh: Yenny Heriana Bunyi gemeretak itu mengagetkanku. Aku berteriak, melompat, dan menoleh ke belakang. Dengan segera aku membulatkan mata dan mendengarkan mencari sumber suara itu. Ah, hanya ranting pohon. Aku melangkah mendekat, memastikan bahwa itu benar-benar hanya ranting … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen Buddhis | Tinggalkan komentar

>Cerpen Buddhis: Aku Tersesat!

> Aku Tersesat!Oleh: Yenny Heriana Bunyi gemeretak itu mengagetkanku. Aku berteriak, melompat, dan menoleh ke belakang. Dengan segera aku membulatkan mata dan mendengarkan mencari sumber suara itu. Ah, hanya ranting pohon. Aku melangkah mendekat, memastikan bahwa itu benar-benar hanya ranting … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen Buddhis | Tinggalkan komentar