>CHEN KUN: SELEBRITIS BUDDHIS YANG ‘ BEBAS ‘

>

CHEN KUN:  SELEBRITIS  BUDDHIS  YANG  ‘ BEBAS ‘
… agama Buddha adalah kebijaksanaan, tidak untuk disembah …
Dua Bebas
“Saya pada dasarnya adalah orang yang selalu bebas tak terkekang. Namun semenjak menjadi aktor, saya berubah menjadi tidak bebas. Sekarang saya berubah menjadi (orang) bebas lagi,” demikianlah yang dinyatakan oleh Chen Kun (baca: Jen Guen), aktor dan penyanyi yang berasal dari Chongqing (baca: Jongjing) – Tiongkok, atau dikenal pula dengan nama Aloys.
Dua ‘bebas’ yang diungkapkan oleh Chen Kun, bebas sebelum menjadi aktor dan bebas saat kini, meski bermakna sama namun berbeda tingkatan. Bebas yang pertama adalah hal yang mudah dialami oleh rakyat biasa, sedang yang kedua adalah sulit didapatkan oleh figur publik, hanya bisa diperoleh melalui proses pelatihan diri. Inilah kebijaksanaan Buddha Dharma. Chen Kun, yang berbintang Aquarius ini, mengungkapkan lebih jauh mengenai kebijaksanaan Buddha Dharma. 
“Agama Buddha adalah kebijaksanaan, tidak untuk disembah, juga bukan idola yang dipuja-puja, bagi saya pribadi terasa sangat sesuai. Percaya akan agama Buddha, percaya akan kebenaran ini, adalah percaya akan kemurnian batin yang ada dalam diri sendiri.”
Selanjutnya, aktor televisi dan layar lebar yang lulus dari Beijing Film Academy di tahun 2000 ini, menjelaskan lebih jauh tentang manfaat Buddha Dharma. “Kebijaksanaan ini memberi saya banyak manfaat, bukan harta duniawi, melainkan sesuatu yang lebih penting yakni sebuah sikap. Setiap saat menjaga kondisi yang seimbang dan waspada, maka anda adalah orang yang bijaksana.”

Perjalanan Xuanzang ke Barat
Chen Kun memaparkan bahwa sejak kecil ia telah memiliki pemahaman yang mendalam terhadap agama Buddha. Usia 19 tahun, tepatnya tahun 1995, ia menerima Trisarana di Vihara Fayuan dengan nama Buddhis: Renkun.
Pada awal tahun 2004, Master Hsing Yun dari Fo Guang Shan Taiwan menunjuk Chen Kun sebagai aktor yang paling tepat melakonkan tokoh Master Tripitaka Xuanzang dalam film serial TV “Xuanzang Xi Xing” (Perjalanan Xuanzang ke Barat – India). Berbeda dengan film perjalanan ke barat selama ini yang lebih menitikberatkan pada kisah fiksi Sun Wu Kong (Sun Go Kong), maka film yang dibintangi oleh Chen Kun ini merupakan film yang berdasarkan sejarah nyata Master Xuanzang. Jadi jangan heran kalau tidak melihat kera nakal nan sakti Sun Wu Kong di dalamnya.

Dunia Tarik Suara
15 November 2004 adalah hari yang sulit terlupakan bagi Chen Kun karena itulah hari ia secara resmi menjadi penyanyi komersial dengan merilis album pertamanya “Osmosis”. Tahun 2006 lahirlah album ke-2-nya. Salah satu lagu Chen yang sangat popular adalah “Yue Ban Wan”.
Sebenarnya bidang tarik suara bukan hal baru bagi Chen. Bakat musik kakak sulung dari tiga bersaudara yang saat SMU melakukan kerja sambilan sebagai pelayan di sebuah night club ini, ditemukan oleh guru musiknya yang kemudian merekomendasikannya bergabung dengan Dong Fang Ge Wu Tuan (Grup Musik dan Tari Oriental) sebagai penyanyi solo pada tahun 1995. Tahun 1996-2000, ia menjadi siswa Beijing Film Academy. Salah satu artis yang sekelas dengannya adalah Vicki Zhao.
Bagi penggemar film Chen, bisa menyaksikan debut terbarunya bersama aktor Hongkong Shawn Yue (Yu Man Lok) dalam “Playboy Cops”. Salah satu film Chen yang berjudul “The Knot” merupakan film yang diikutsertakan dalam Piala Oscar ke-80 kategori film asing, meski akhirnya harus gagal masuk nominasi.
‘Anak’ Chen Kun

Tahun 2007 lalu terjadi sedikit kehebohan karena Chen yang masih bujangan ternyata telah memiliki anak lelaki usia 5 tahun. Benarkah bocah ini adalah putra kandung Chen?Menurut manajer Chen, itu adalah bocah yang dipungut oleh Chen, meski demikian, perlakuan yang diterima oleh bocah itu adalah perlakuan sebagai anak kandung, bahkan tampak jelas bahwa Chen sangat mencintai ‘anaknya’ itu.
Masih menurut manajer Chen yang bermarga Li, bocah kecil itu meski secara fisik tidak memiliki kesamaan dengan Chen, tapi mereka berdua sama dalam hal penghormatan pada Buddha. Pernah satu ketika ‘anak’ Chen itu bermain ke rumah Li. Ketika Mama Li menyodorkan makanan kecil, bocah itu menjulurkan tangan bersiap mengambilnya. Saat itulah sang bocah melihat ada altar Buddha dalam rumah Li. Dengan segera ia melepas sepatu, berjalan ke depan altar lalu bersujud tiga kali, setelah itu baru meminta makanan kecil yang diberikan sebelumnya.
‘Bebas’ yang dinyatakan Chen benar-benar dapat kita saksikan dalam sikapnya menghadapi serbuan animo para kuli pena sehubungan dengan kasus bocah tanpa mama ini. “Saya berharap anak itu jangan lagi menerima gangguan dari pihak media pers, saya tidak pernah menyembunyikannya, mengajaknya bermain ke luar juga secara terang-terangan. Tak peduli ia adalah anak saya di luar pernikahan atau apapun yang lain, ini semua tak penting, ia adalah anak saya. Permasalahan ini saya hanya jelaskan satu kali saja, selanjutnya jangan bertanya lagi. Saya – Chen Kun, bisa menerima hal yang tidak menyenangkan, tetapi anak itu masih kecil. Tolong jangan bertanya lagi. Berikan lingkungan dan pendidikan yang terbaik baginya, ini adalah hal yang ingin saya lakukan.”Sejak tahun 2003 lalu, Chen Kun sebenarnya telah berupaya agar anak itu tidak tahu kalau Chen bukan papa kandungnya agar supaya tidak memberi dampak negatif bagi perkembangan jiwa anak itu. Rasa ingin tahu para kuli media pers hampir saja menggagalkan maksud baik Chen, tapi sekali lagi, Chen telah menunjukkan bahwa ia benar-benar ‘bebas’, tak terlihat sedikitpun kemarahan dalam diri Chen atas munculnya kasus anak tanpa mama ini.

Menjadi Papa yang Baik

Selain itu, sebagai anak yang tumbuh dalam keluarga kecil yang dicampakkan papa, masa lalu Chen tak lepas dari dendam dan benci. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, Chen juga belajar untuk memberi maaf. “Bila tidak pernah membenci maka tak akan pernah tahu memaafkan. Kini, saya justru merasakan bagaimana dari memaafkan itu akhirnya memperoleh kegembiraan. Saya memaafkan kepergian Papa, pun dalam kondisi yang sesuai, saya juga memaafkan kesalahan diri sendiri.” Inilah pernyataan Chen yang tak lagi benci pada Papanya. Bukan tidak mungkin kepedihan atas keretakan pernikahan Papa dan Mamanya inilah yang mendorong Chen menjadi aktivis bakti sosial bagi anak-anak miskin.
“Kelak bila saya menikah, pasti tidak akan bercerai. Saya pasti menjalani hidup yang bahagia, apalagi saya sangat ingin menjadi papa yang baik!” Inilah tekad Chen Kun, sebuah tekad yang sederhana tapi sangat bermakna.


Profil Singkat

Nama: Chen Kun alias Aloys
Tanggal Lahir: 4 Februari 1976
Tinggi Badan: 176 cm
Keahlian: Komputer, Musik, Melukis, Berenang
Status: Belum Menikah
Anggota Keluarga: Mama, Dua Adik Lelaki

Sumber: Internet
Pos ini dipublikasikan di Selebritis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s